Blog Seputar Mahluk Ciptaan Allah.SWT

Golongan-golongan Manusia

 Berikut ini akan dijelaskan mengenai golongan-golongan manusia, yaitu :

 

  1. Golongan Kiri :  Golongan kiri adalah suatu golongan yang ditandai dengan suasana kehidupan serba gemerlap. Kehidupan manusia yang materiallistik, penuh sandiwara. Babak demi babak hidup dan kehidupannya habis untuk mengais-ais dunia. Kesuksesan, keberhasilan di dalam meraih dunia telah melemparkan mereka kedalam sifat angkuh, tinggi diri, gila hormat, mengejar pangkat dan jabatan dengan berbagai macam jalan. Mereka bangga atas semua itu.

    Dengan merasa diri telah cukup terhadap kepentingan hidupnya, tercapai segala kehendaknya, hingga ia lupa segala-galanya. Sementara Tuhan sebagai satu-satunya sumber kehidupan hanya dijadikan “SESEMBAHAN” ritual serimonial belaka. Rangkaian ibadah ditujukan hanya mencari sensasi dan penghormatan semata. Gerak langkah kehidupannya masih bersifat lahiriah dan puncak ibadahnya masih menyembah kira-kira. Firman Allah:

    “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain permainan dan senda gurau belaka, dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertaqwa, maka apakah manusia tidak memahaminya?” (QS Al-Ankabut 29:64).

    Disamping itu merekapun kurang cermat didalam mengaktualisasikan Sabda Rasulullah SAW: “Carilah harta dunia seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya. Dan beribadahlah engkau seolah-olah akan mati esok hari”. Begitulah bagi manusia-manusia yang telah tertutup mata hatinya oleh kesenangan dunia, lupa bahwa dirinya akan mati, lupa bahwa hasil usaha yang tak mengenal waktu itu akan ia tinggalkan.

  2. Golongan Kanan : Golongan kanan adalah golongan yang ditandai dengan kehidupan religius dan telah banyak dipraktekan ditengah masyarakat kita, namun demikian aktualisasinya justru banyak yang kurang sempurna. Kebanyakan manusia telah terjebak terhadap aturan-aturan yang rumit didalam rangka mencari Tuhannya. Fanatik terhadap mazhab, golongan, aliran serta atribut-atribut yang menjadi kebanggaan justru banyak ditonjolkan serta lebih dikedepankan. 

    Sarana dan prasarana sebagai jalan untuk menuju Tuhan senantiasa diperdebatkan. Yang satu mengklaim bahwa dirinya yang paling benar, sedang yang lain menuding itu tidak benar. Debat seru menyoal sarana prasarana hanyalah membuang-buang energi, dan pada gilirannya nanti justru akan menghambat, mengaburkan esensi Tuhan itu sendiri. 

    Menyembah kepada Allah ditujukan untuk meraih pahala dan surga semata, sementara tujuan yang hendak dicapai adalah utamanya, bukan sarana prasarananya, pahala dan surga, kita mesti mencari yang punya surga. Firman Allah: 

    QS Al-Mu’minun 23:52 – “Sesungguhnya Agama Tauhid adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku”. 

    QS Ali Imran 3:132 – “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat”.

    Al-Qur’an diatas menisyaratkan agar kita senantiasa berpegang teguh kepada Agama Tauhid (Addin sejati), berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadist. Selanjutnya mengikuti jejak Rasulullah SAW untuk melaksanakan kehidupan yang religius spiritual, serta menjauhkan diri dari pertengkaran ditengah perjalanan.

  3. Golongan Tengah : Golongan tengah adalah golongan yang ditandai dengan kehidupan mempercayai “Wahdatul Wujud” menuju kepada pembuktian (Isbatul Yakin), juga telah dipraktekkan di bumi persada ini. Aktifitas dan agenda harianpun telah terisi penuh dengan usaha-usaha mendekatkan diri kepada Allah.

    Konsep keseimbangan antara menggapai dunia dengan meraih tangga-tangga langit telah diupayakan sedemikian rupa. Dorongan dan iradah untuk menyibak awan, meraih bintang menggapai bulanpun telah dicobanya. Namun pengaruh yang ditimbulkan sebagai akibat keterbiasaan mengkaji ilmu syareat menyebabkan kita menjadi bingung untuk melangkah saat mengkaji ilmu ma’rifat. Kita sepertinya berada ditengah keragu-raguan. Para penempuh perjalanan rohani (bertasawuf) hendaklah menghindari sikap yang demikian

    Kita dituntut untuk bersikap jujur dan bukan mencari kesalahan, bukan pula caci-makian, bukan juga merasa dirinya yang paling benar. Kita perlu berusaha membuka tutup tabir yang selalu menyelimuti/menghijab dirinya. Bagi perjalanan tasawuf hendaklah berusaha untuk mencapai tujuan kepada Tuhan, bukan mencari surga atau neraka. Bukan pula untuk bertengkar didalam perjalanan. Dan tidak terpaku dengan titik koma bacaan dan tulisan. Tuhan tidak ada didalam bacaan dan tulisan. Tuhan berada pada yang membaca dan yang menulis, apabila pelakunya mengerti tentang Tuan, suatu tanda untuk sampai ke tujuan.

    Disamping itu sikap yang ada selama ini atas penilaian bahwa Allah Maha Ghaib, hendaklah berangsur-angsur kita tingkatkan menjadi Allah Maha Pasti, Dia Maha Besar, Maha Halus dan Maha Esa dan Dia pula yang berada pada setiap makhluk ciptaannya. Para penempuh perjalanan dengan bertasawuf untuk tingkat pemula pada umumnya sering mengalami kesulitan didalam menterjemahkan ayat-ayat mutasyabihat/ma’rifat (makiyah). 

    Hal ini sangatlah wajar sebagaimana telah digambarkan dalam Al-Qur’an:

    “Dialah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu, diantaranya ada ayat-ayat yang “Mukhamat” dan yang lain “Mutasyabihat”. Maka adapun orang-orang yang hatinya cenderung kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang Mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang dalam ilmunya berkata: Kami beriman kepada yang mutasyabihat semua itu dari sisi Tuhan kami”. (QS Ali Imran 3:7)

    “Tidak seorang manusia dapat menerima rahasia Tuhan, kecuali dengan wahyu (ilham) atau dibalik tabir, atau diutusnya Utusan, lalu dengan izin-Nya diwahyukannya tentang apa-apa yang dikehendaki-Nya”. (QS Asy-Syura 42:51).

Comments on: "Golongan-golongan Manusia" (4)

  1. klo agan sendiri golongan mna nii

  2. yakiin anda,termasuuk katagori yang ke 3???hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: