Blog Seputar Mahluk Ciptaan Allah.SWT

Manfaat Binatang Bagi Manusia

Hewan mempunyai banyak kegunaan bagi manusia. Adapun kegunaan hewan bagi kehidupan manusia adalah:

a.     Sumber makanan

Hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan bagi manusia dengan mengambil dagingnya (misalnya sapi, kerbau, domba, ayam, dan lain-lain), telurnya (misalnya ayam, itik, angsa, dan puyuh), dan susunya (misalnya sapi, kuda, dan kambing).

b.     Bahan Obat

Hewan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat dengan mengambil bisanya (ular, lebah, kalajengking), empedunya (ular, domba), atau seluruh bagian dagingnya (kerang, cacing, siput), dan culanya (badak)

c.      Penarik Gerobak

Tenaga hewan dapat digunakan untuk menarik gerobak atau delman, contohnya kuda, sapi, dan kerbau

d.     Bahan Kerajinan

Bagian-bagian hewan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan, dari kulitnya(sapi, domba, kerbau), untuk kerajinan seperti sepatu, tas, dan wayang. Untuk kerajinan tangan sebagai hiasan rumah diambil dari cangakangnya dan mutiaranya (kerang mutiara), tulangnya (sapi, domba, kerbau, dan rusa), serta diambil bulunya seperti untuk pakaian, kemoceng, shuttle chock.

e.     Pemangsa/hama

Beberapa jenis hewan perlu dilindungi karena berguna sebagai pembatas populasi hewan lainnya,seperti harimau untuk pengendali herbivora (rusa, kelinci, banteng). Tetapi beberapa hewan perlu dikurangi populasinya, karena sebagai hama pertanian, seperti serangga hama (ulat pemakan daun, penggerek batang, wereng, dan walang sangit).

Golongan predator hiperparasit sangat bermanfaat dalam menekan populasi hama tanaman, seperti ular sawah, burung hantu, dan elang adalah pemakan tikus sawah, dan lebah tabuhan dapat membunuh ulat-ulat penggerek padi.

Beberapa jenis hewan di dunia telah punah, seperti dinosaurus, tiranosaurus, mamoth, triceratops. Sebagian lagi hewan berada diambang kepunahan, seperti babi rusa, biawak, komodo, jalak bali, burung maleo, burung cenderawasih, tapir, dan banteng. Oleh sebab itu hewan-hewan langka sebagai kekayaan alam indonesia harus dilestarikan dan dilindungi.

 Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan. Tumbuhan tersebut memiliki banyak peranan bagi kehidupan manusia, seperti:

a.     Tanaman Produksi

Berbagai jenis tumbuhan bermanfaat sebagai bahan pangan (misalnya padi, jagung, dan gandum), bahan minyak goreng (misalnya kelapa sawit, kemiri), bahan perumahan (misalnya jati, rasamala, dan albasia), dan bahan susu (kedelai)

b.     Tanaman Obat

Tumbuhan pun dapatdigunakan sebagai bahan obat tertentu, seperti obat batuk (misalnya adas, dan belimbing), obat sariawan (misalnya temu hitam, dan jambu biji), obat darah tinggi (misalnya belimbing, dan bawang putih), dan obat maag (kunyit)

c.      Tanaman Hias

Banyak tumbuhan yang mempunyai warna daun dan bunga yan indah, sehingga dapat digunakan sebagai tanaman hais di rumah, sekolah, atau taman kota. Contohnya mawar, melati, kastuba, kembang sepatu, dan berbagai jenis suplir. Bahkan sekarang berbagai jenis tanaman hutan pun menjadi komoditas , baik di luar negeri sebagai barang mewah dengan nilai yang tinggi, seperti jenis anthuarium, gelombang cinta (wave of love), linet, pillow, dan jamaika kulkas.

d.     Tanaman Pelindung

Tanaman yang memiliki daun rindang dapat digunakan untuk peneduh halaman (misalnya ketapang, ki sabun, dan beringin), akarnya yang kuat untuk menahan erosi jalan atau batas pekarangan (misalnya mahoni, rasamala, dan bamboo).

e.     Tanaman Penghisap Racun

Tanaman yang bergetah umumnya dapat menghisap racun dari lingkungannya, sehingga tanaman ini penting untuk  taman-taman guna mengatasi pencemaran lingkungan. Adanya kegiatan fotosintesis tumbuhan hijau dapat mengurangi kadar gas karbondioksida di udara dan menyegarkan udara karena oksigen. Contohnya, palem kuning, maranta, barancing, rumput lili paris, dan hanjuang.

f.       Tanaman Gulma

Beberapa jenis tanaman liar dapat dipandang sebagai tanaman pengganggu atau gulma, karena dapat mengalahkan atau mengganggu kesuburan tanaman lainnya. Contohnya, eceng gondok, paku picisan, benalu, mih-mihan, dan aneka rumput. Beberapa jenis tumbuhan gulma pun telah diketahui memiliki kegunaan bagi kehidupan manusia, seperti tumbuhan teh-tehan yang ditumbuhi oleh benalu dapat dibuat teh hijau yang memiliki khasiat sebagai obat pengendali kanker, juga tumbuhan mih-mihan (custa australis) memilliki khasiat untuk obat tekanan darah tinggi, dan banyak jenis rerumputan dapat digunakan sebagai obat-obatan tertentu. Bahkan berbagai jenis rumput-rumputan dan eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk kerajinan tas, sandal, sepatu, dan aksesoris  lainnya.

Tujuh Macam Manusia Terlaknat

            Rasulullah.SAW bersabda, “Ada tujuh macam manusia yang pada hari kiamat kelak tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT, bahkan mereka memperoleh siksa yang tidak ringan, dan digiring ke dalam neraka. Mereka itu ialah: 

  1. Pria yang bersenggama/bersetubuh dengan sesamanya
    (liwath/homoseks).

  2. Orang yang bersenggama dengan hewan.

  3. Orang yang melakukan onani/masturbasi.

  4. Orang yang menggauli istrinya dari belakang (anus).

  5. Orang yang bersetubuh dengan istri sekaligus putrinya.

  6. Orang yang berzina dengan istri tetangganya.

  7. Orang yang menyakiti tetangganya secara terang-terangan di
    depan masyarakat/umum, kecuali jika ia bertaubat kepada
    Allah.SWT.

 

 

 

 

               Di Al Qur’an disebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, yaitu : 

  • Di surat Ar Rahman ayat 14 : “Dia menjadikan manusia seperti tembikar (tanah yang dibakar)”. Yang dimaksudkan dengan kata “Shal-shal” di ayat ini ialah : Tanah kering atau setengah kering yakni “Zat pembakar” atau Oksigen.

  • Di ayat itu disebutkan juga kata “Fakhkhar” yang maksudnya ialah “Zat Arang” atau Carbon.

  • Di surat Al Hijr, ayat 28 : “dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang manusia dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk”. Di ayat ini, tersebut juga “shal-shal” telah saya terangkan, sedangkan kata “Hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogen.

  • Di surat As Sajadah ayat 7 : “Dan Allah.SWT membuat manusia berasal dari pada tanah”. Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogen.

  • Di Surat Ash Shaffaat ayat 11 : “Sesungguhnya Aku (Allah.SWT) menjadikan manusia daripada Tanah Liat”. Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum.

  • Di Surat Ali Imran ayat 59 : “Dia menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah.SWT berfirman kepadanya “jadilah engkau, lalu berbentuk manusia”. Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.

  • Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya”.

    Ketujuh ayat Al Qur’an yang saya baca ini Allah.SWT telah menunjukkan tentang proses kejadian Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani).

 Berikut ini akan dijelaskan mengenai golongan-golongan manusia, yaitu :

 

  1. Golongan Kiri :  Golongan kiri adalah suatu golongan yang ditandai dengan suasana kehidupan serba gemerlap. Kehidupan manusia yang materiallistik, penuh sandiwara. Babak demi babak hidup dan kehidupannya habis untuk mengais-ais dunia. Kesuksesan, keberhasilan di dalam meraih dunia telah melemparkan mereka kedalam sifat angkuh, tinggi diri, gila hormat, mengejar pangkat dan jabatan dengan berbagai macam jalan. Mereka bangga atas semua itu.

    Dengan merasa diri telah cukup terhadap kepentingan hidupnya, tercapai segala kehendaknya, hingga ia lupa segala-galanya. Sementara Tuhan sebagai satu-satunya sumber kehidupan hanya dijadikan “SESEMBAHAN” ritual serimonial belaka. Rangkaian ibadah ditujukan hanya mencari sensasi dan penghormatan semata. Gerak langkah kehidupannya masih bersifat lahiriah dan puncak ibadahnya masih menyembah kira-kira. Firman Allah:

    “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain permainan dan senda gurau belaka, dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertaqwa, maka apakah manusia tidak memahaminya?” (QS Al-Ankabut 29:64).

    Disamping itu merekapun kurang cermat didalam mengaktualisasikan Sabda Rasulullah SAW: “Carilah harta dunia seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya. Dan beribadahlah engkau seolah-olah akan mati esok hari”. Begitulah bagi manusia-manusia yang telah tertutup mata hatinya oleh kesenangan dunia, lupa bahwa dirinya akan mati, lupa bahwa hasil usaha yang tak mengenal waktu itu akan ia tinggalkan.

  2. Golongan Kanan : Golongan kanan adalah golongan yang ditandai dengan kehidupan religius dan telah banyak dipraktekan ditengah masyarakat kita, namun demikian aktualisasinya justru banyak yang kurang sempurna. Kebanyakan manusia telah terjebak terhadap aturan-aturan yang rumit didalam rangka mencari Tuhannya. Fanatik terhadap mazhab, golongan, aliran serta atribut-atribut yang menjadi kebanggaan justru banyak ditonjolkan serta lebih dikedepankan. 

    Sarana dan prasarana sebagai jalan untuk menuju Tuhan senantiasa diperdebatkan. Yang satu mengklaim bahwa dirinya yang paling benar, sedang yang lain menuding itu tidak benar. Debat seru menyoal sarana prasarana hanyalah membuang-buang energi, dan pada gilirannya nanti justru akan menghambat, mengaburkan esensi Tuhan itu sendiri. 

    Menyembah kepada Allah ditujukan untuk meraih pahala dan surga semata, sementara tujuan yang hendak dicapai adalah utamanya, bukan sarana prasarananya, pahala dan surga, kita mesti mencari yang punya surga. Firman Allah: 

    QS Al-Mu’minun 23:52 – “Sesungguhnya Agama Tauhid adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku”. 

    QS Ali Imran 3:132 – “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat”.

    Al-Qur’an diatas menisyaratkan agar kita senantiasa berpegang teguh kepada Agama Tauhid (Addin sejati), berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadist. Selanjutnya mengikuti jejak Rasulullah SAW untuk melaksanakan kehidupan yang religius spiritual, serta menjauhkan diri dari pertengkaran ditengah perjalanan.

  3. Golongan Tengah : Golongan tengah adalah golongan yang ditandai dengan kehidupan mempercayai “Wahdatul Wujud” menuju kepada pembuktian (Isbatul Yakin), juga telah dipraktekkan di bumi persada ini. Aktifitas dan agenda harianpun telah terisi penuh dengan usaha-usaha mendekatkan diri kepada Allah.

    Konsep keseimbangan antara menggapai dunia dengan meraih tangga-tangga langit telah diupayakan sedemikian rupa. Dorongan dan iradah untuk menyibak awan, meraih bintang menggapai bulanpun telah dicobanya. Namun pengaruh yang ditimbulkan sebagai akibat keterbiasaan mengkaji ilmu syareat menyebabkan kita menjadi bingung untuk melangkah saat mengkaji ilmu ma’rifat. Kita sepertinya berada ditengah keragu-raguan. Para penempuh perjalanan rohani (bertasawuf) hendaklah menghindari sikap yang demikian

    Kita dituntut untuk bersikap jujur dan bukan mencari kesalahan, bukan pula caci-makian, bukan juga merasa dirinya yang paling benar. Kita perlu berusaha membuka tutup tabir yang selalu menyelimuti/menghijab dirinya. Bagi perjalanan tasawuf hendaklah berusaha untuk mencapai tujuan kepada Tuhan, bukan mencari surga atau neraka. Bukan pula untuk bertengkar didalam perjalanan. Dan tidak terpaku dengan titik koma bacaan dan tulisan. Tuhan tidak ada didalam bacaan dan tulisan. Tuhan berada pada yang membaca dan yang menulis, apabila pelakunya mengerti tentang Tuan, suatu tanda untuk sampai ke tujuan.

    Disamping itu sikap yang ada selama ini atas penilaian bahwa Allah Maha Ghaib, hendaklah berangsur-angsur kita tingkatkan menjadi Allah Maha Pasti, Dia Maha Besar, Maha Halus dan Maha Esa dan Dia pula yang berada pada setiap makhluk ciptaannya. Para penempuh perjalanan dengan bertasawuf untuk tingkat pemula pada umumnya sering mengalami kesulitan didalam menterjemahkan ayat-ayat mutasyabihat/ma’rifat (makiyah). 

    Hal ini sangatlah wajar sebagaimana telah digambarkan dalam Al-Qur’an:

    “Dialah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu, diantaranya ada ayat-ayat yang “Mukhamat” dan yang lain “Mutasyabihat”. Maka adapun orang-orang yang hatinya cenderung kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang Mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang dalam ilmunya berkata: Kami beriman kepada yang mutasyabihat semua itu dari sisi Tuhan kami”. (QS Ali Imran 3:7)

    “Tidak seorang manusia dapat menerima rahasia Tuhan, kecuali dengan wahyu (ilham) atau dibalik tabir, atau diutusnya Utusan, lalu dengan izin-Nya diwahyukannya tentang apa-apa yang dikehendaki-Nya”. (QS Asy-Syura 42:51).

        Manusia Sebagai Khalifah Dibumi bukan perusak

Lingkungan yang kita tinggali tidak semata-mata harus kita eksploitasi terus-menerus tanpa ada timbal balik kita kepada alam. Bayangkan apa yang  kita gunakan setiap hari berasal dari alam mulai dari bangun tidur sampai kita tidur kembali telah banyak di bantu apa-apa yang di produksi alam. Apakah sedikit terpikir oleh kita untuk menjaga kelestarian alam ini, untuk di wariskan kepada anak cucu kita ????

Nampaknya kita pun harus sedikit tersadar dari kesenangan yang semata-mata hanya simbiosis parasitisme ini,agar kesenangan yang kita rasakan dapat di wariskan kepada anak cucu kita nanti.Sudah menjadi kodrat manusia sebagai khalifah di muka bumi ini seperti diterangkan dalam Al-Qur’an Surat Al-baqarah ayat 30 yang menjelaskan kepada kita semua tentang penciptaan manusia oleh Allah.SWT, akan tetapi Allah.SWT tidak menghargai manusia karena jasad atau bentuk fisiknya melainkan fungsinya yaitu “khalifah”.

Tugas khalifah disini bukan sebagai perusak ataupun penghancur, akan tetapi tugas seorang khalifah disini adalah sebagai pembangun. Seluruh kemampuannya dipergunakan dalam rangka kesejahteraan umat manusia di muka bumi. Hidupnya selalu berprinsip “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Banyak hal kecil yang bisa dilakukan sebagai khalifah di bumi ini, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kelestarian lingkungan, memperbaiki ekosistem alam yang rusak hingga membangun ekosistem yang baru guna kehidupan mahluk hidup lainya. Hal ini memang tidak semudah menulis tulisan ini,perlu waktu, dana dan usaha untuk mewujudkan semuanya.

Tetapi tidak ada yang mustahil di hadapan ALLAH SWT, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” QS 13:11. Wajib bagi kita semua untuk menjaga alam semesta ini beserta isinya, karena alam semesta diciptakan untuk manusia.

Dengan demikian, manusia tidak mencari kemenangan, tetapi keselarasan dengan alam. Keduanya  tunduk  kepada  Allah.SWT, sehingga kita dan alam harus dapat bersahabat. Maka dari itu hendaklah kita semua kembali mengingat tugas apa yang di berikan di pundak kita, tugas sebagai khalifah yang belum seluruhnya kita lakukan dengan baik.

Berikut Ini adalah penjelasan mengenai sifat-sifat Malaikat :

  1. Malaikat selalu bertasbih memuji kepada Allah.SWT.

  2. Malaikat selalu taat kepada Allah.SWT karena senantiasa diciptakan oleh Allah.SWT  memang supaya menjadi mahluk yang selalu taat.

  3. Malaikat tidak pernah tidur, tidak makan dan tidak minum.

  4. Malaikat dapat menjelma sebagai mahluk apapun.

  5. Malaikat memiliki tugas-tugas yang telah diberikan oleh Allah.SWT.

  6. Malaikat tidak berjenis kelamin pria ataupun wanita.

  7. Malaikat memiliki kekuatan dan kecepatan yang luar biasa.

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.